Beranda / Pemikiran / 5 Identifikasi (Studi Kasus: Sepeda Motor)

5 Identifikasi (Studi Kasus: Sepeda Motor)

Dalam kerangka pemikiran Kalgaharu, ada satu hal yang sering tidak disadari oleh manusia ketika berhadapan dengan dunia: pengidentifikasian terjadi sebelum berpikir. Sebelum seseorang benar-benar memikirkan sesuatu secara mendalam, sebenarnya ia sudah terlebih dahulu mengenali, membedakan, dan memberi tanda pada apa yang ia lihat. Proses inilah yang disebut sebagai pengidentifikasian.

Misalnya ketika seseorang melihat sepeda motor di jalan. Tanpa berpikir panjang, ia sudah langsung menyadari beberapa hal: itu motor, warnanya hitam, ada stiker tertentu, mereknya tertentu, dan bentuknya tertentu. Semua itu terjadi sangat cepat, bahkan sering kali tanpa disadari. Artinya, sebelum manusia membangun pendapat, penilaian, atau keputusan, manusia terlebih dahulu mengidentifikasi sesuatu.

Mengapa hal ini penting dipahami?

Karena banyak cara manusia memahami dunia sebenarnya bertumpu pada proses identifikasi ini. Ketika kita mengetahui bagaimana manusia mengidentifikasi sesuatu, kita juga bisa memahami bagaimana makna, persepsi, dan keyakinan terbentuk. Dalam keilmuan branding yang dipahami melalui kerangka Kalgaharu, identifikasi menjadi hal yang sangat mendasar. Oleh karena itu, perlu diteliti: ada berapa jenis identifikasi yang paling mendasar dalam cara manusia mengenali sesuatu?

Dari penelusuran tersebut, ditemukan bahwa secara sederhana pengidentifikasian dapat dipahami melalui lima bentuk utama, yaitu:

  1. Identifikasi faktual aktif
  2. Identifikasi faktual pasif
  3. Identifikasi imajinatif aktif
  4. Identifikasi imajinatif pasif
  5. Keyakinan

Kelima bentuk ini bisa dijelaskan dengan contoh yang sangat sederhana, yaitu sepeda motor. Dengan menggunakan sepeda motor sebagai studi kasus, kita bisa melihat bagaimana manusia sebenarnya melakukan berbagai lapisan identifikasi terhadap satu objek yang sama. Mari kita bahas satu per satu.

1. Identifikasi Faktual Aktif

Identifikasi faktual aktif adalah bentuk identifikasi yang mudah diubah oleh objek yang sedang kita identifikasi. Pada sepeda motor, identifikasi jenis ini biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat seperti atribut. Contohnya:

  • warna cat motor
  • stiker pada bodi
  • velg yang diganti
  • aksesoris tambahan
  • lampu tambahan

Hal-hal tersebut dapat dibongkar pasang dengan relatif mudah. Motor yang sama bisa memiliki tampilan yang berbeda hanya karena perubahan pada atribut-atribut tersebut. Misalnya: Seseorang memasang stiker api pada bodi motor, lalu beberapa bulan kemudian stiker itu dilepas atau diganti dengan desain lain.

Motor yang digunakan tetap sama, tetapi identifikasi yang terlihat oleh orang lain berubah. Karena sifatnya mudah berubah dan biasanya merupakan hasil keputusan langsung dari pemiliknya, jenis ini disebut identifikasi faktual aktif.

2. Identifikasi Faktual Pasif

Berbeda dengan identifikasi sebelumnya, identifikasi faktual pasif adalah identifikasi yang sulit diubah karena merupakan bagian dasar dari objek tersebut. Pada sepeda motor, contohnya adalah:

  • jenis kendaraan (motor matic, motor sport, motor bebek)
  • rangka kendaraan
  • kapasitas mesinbentuk dasar bodi
  • merek kendaraan seperti Honda

Hal-hal ini tidak mudah diubah karena sudah menjadi bagian dari konstruksi dasar kendaraan. Misalnya, sebuah motor matic tidak bisa begitu saja diubah menjadi motor sport tanpa mengubah hampir seluruh bagian utama kendaraan. Karena sifatnya relatif tetap dan sulit diubah, identifikasi seperti ini disebut sebagai identifikasi faktual pasif.

3. Identifikasi Imajinatif Aktif

Selain identifikasi yang bersifat faktual, manusia juga melakukan identifikasi yang bersifat imajinatif. Identifikasi imajinatif aktif adalah makna atau penilaian yang muncul dari pikiran seseorang sendiri ketika melihat suatu objek. Contohnya ketika seseorang melihat sepeda motor tertentu lalu berpikir:

  • “Motor ini terlihat keren.”
  • “Motornya terlihat sporty.”
  • “Motor seperti ini cocok untuk anak muda.”

Penilaian tersebut tidak selalu berasal dari fakta yang benar-benar melekat pada motor tersebut. Penilaian itu lahir dari cara seseorang memaknai apa yang ia lihat. Karena muncul dari pemikiran pribadi, bentuk ini disebut identifikasi imajinatif aktif.

4. Identifikasi Imajinatif Pasif

Berbeda dengan yang sebelumnya, identifikasi imajinatif pasif muncul karena pengaruh dari pihak lain. Artinya, seseorang membentuk penilaian terhadap suatu objek bukan semata dari pikirannya sendiri, tetapi dari cerita, opini, atau pandangan yang berkembang di lingkungan sosial. Contohnya:

  • orang sering mengatakan bahwa motor merek tertentu terkenal irit
  • orang sering mengatakan bahwa motor tertentu identik dengan anak muda
  • orang sering mengatakan bahwa motor dengan banyak stiker terlihat seperti motor balap

Ketika seseorang mempercayai penilaian tersebut karena mendengar dari orang lain, ia sedang melakukan identifikasi imajinatif pasif.

5. Keyakinan

Di antara identifikasi faktual dan identifikasi imajinatif, terdapat satu posisi yang menjadi penengah, yaitu keyakinan. Keyakinan adalah keadaan ketika seseorang mempercayai sesuatu tentang sebuah objek, meskipun tidak selalu berdasarkan pengalaman langsung yang sepenuhnya ia buktikan. Contohnya:

  • seseorang yakin bahwa motor merek tertentu paling awet
  • seseorang yakin bahwa motor matic paling praktis digunakan di kota
  • seseorang yakin bahwa motor dengan mesin tertentu lebih kuat

Keyakinan sering kali terbentuk dari campuran antara fakta yang diketahui dan makna yang dibayangkan. Karena itu, keyakinan berada di antara dimensi faktual dan dimensi imajinatif.

Penutup

Melalui contoh sederhana seperti sepeda motor, kita bisa melihat bahwa ketika manusia mengenali sesuatu, sebenarnya ia tidak hanya melakukan satu jenis pengidentifikasian. Dalam satu objek yang sama, manusia bisa sekaligus:

  • melihat atribut yang mudah berubah
  • mengenali bagian dasar yang sulit berubahmem
  • bentuk makna sendiri
  • dipengaruhi oleh pandangan orang lain
  • dan akhirnya membentuk keyakinan tertentu

Semua proses tersebut terjadi bahkan sebelum manusia benar-benar berpikir secara mendalam. Inilah mengapa pengidentifikasian menjadi tahap yang sangat mendasar dalam cara manusia memahami dunia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *